Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55792.
30 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia, Tim PKM UMAD Gelar Pelatihan MECAR

Administrator 14x

Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memberdayakan masyarakat, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Madani (UMAD) sukses menggelar Pelatihan Layanan Kesehatan Komplementer MECAR bagi para kader Posyandu Lansia Kuncup Mekar Purno Taruno. Kegiatan penguatan kapasitas kader ini dilangsungkan selama dua hari, yaitu pada Sabtu (18/7/2026) dan Senin (20/7/2026), bertempat di Kedai Sawah Kembangsari serta PMB Sri Martuti, Dusun Kembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul. Program pemberdayaan masyarakat ini berhasil terealisasi setelah meraih pendanaan dari Hibah PKM Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Ketua Tim PKM UMAD, Ratna Wulan Purnami, S.ST., M.Kes., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali para kader posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat dengan pengetahuan teori dan keterampilan praktis. "Melalui pelatihan ini, kader dibekali keterampilan memberikan layanan kesehatan secara mandiri dan bertanggung jawab. Harapannya, para kader menjadi lebih percaya diri serta mampu menghadirkan pelayanan posyandu lansia dengan sentuhan komplementer yang aman," tutur Ratna, yang juga merupakan dosen Program Studi D III Kebidanan Universitas Madani. Tim PKM ini beranggotakan lintas disiplin ilmu, yaitu Ferli Eko Kurniantoro, S.Pd.Si., M.Pd. dan Ns. Trihardi Miftahul Ulum, S.Kep., M.M., serta didukung oleh keterlibatan aktif mahasiswa UMAD, yakni Hafiza, Haninda, dan Ambi.

Pelatihan yang diikuti oleh 14 kader posyandu ini mengombinasikan sesi teori, demonstrasi interaktif, hingga simulasi praktik langsung.

• Hari Pertama (Sabtu, 18 Juli 2026):

Sesi diawali dengan pemaparan Pengenalan Konsep Layanan Kesehatan Komplementer MECAR oleh Ratna Wulan Purnami, dilanjutkan materi TOGA sebagai Apotek Hidup: Solusi Kesehatan Berbasis Tanaman Obat oleh Ferli Eko Kurniantoro. Selanjutnya, Ns. Trihardi Miftahul Ulum memaparkan ragam modalitas terapi komplementer lansia yang mencakup teknik massage, akupresur, aromaterapi, terapi inframerah, penggunaan alat TENS digital, guasha (kerokan modern), hingga bekam kering. Hari pertama diakhiri dengan demonstrasi terapi secara langsung kepada Dukuh Kembangsari dan Ketua Posyandu Lansia.

• Hari Kedua (Senin, 20 Juli 2026):

Fokus kegiatan beralih pada pemantapan keterampilan klinis dan praktik mandiri peserta. Para kader mempraktikkan langsung teknik terapi fisik MECAR di bawah bimbingan dan supervisi tim dosen serta mahasiswa UMAD. Selain itu, dipandu oleh Ferli Eko Kurniantoro dan Haninda, peserta diajak membuat olahan minuman herbal berbasis jahe, sereh, dan pandan. Kegiatan diakhiri dengan Simulasi Layanan Komplementer Terintegrasi yang dirancang menyerupai alur pelayanan posyandu sesungguhnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Puskesmas Piyungan dan pemerintah dusun setempat. Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Piyungan, Arum Puji Sari, ST., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif FIKES UMAD. "Kami berharap Layanan Kesehatan Komplementer MECAR ini bisa menjadi model pelayanan komplementer berbasis masyarakat yang mampu diadaptasi oleh posyandu-posyandu lain, mengingat pendampingan lansia memang membutuhkan perhatian dan keahlian khusus," ungkap Arum.

Senada dengan hal tersebut, Dukuh Kembangsari, Ahmad Mujab Isnadi, mengapresiasi keberlanjutan pengabdian UMAD yang telah dirintis sejak tahun 2024. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal keberlangsungan program MECAR demi meningkatkan kualitas hidup para lansia di Dusun Kembangsari. Melalui keberhasilan program pengabdian ini, UMAD kembali membuktikan perannya dalam menghadirkan solusi konkret dan inovasi berbasis keilmuan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara luas.