Universitas Madani melalui Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertajuk “Menjaga Imunitas Melalui Pendekatan Thibbun Nabawi dan Terapi Komplementer Sesuai Evidence-Based” pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung pukul 08.00–11.30 WIB dan diikuti oleh mahasiswa FIKES serta peserta umum dari berbagai daerah. Kuliah pakar ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu apt. Ayu Sabrina, M.Farm., dosen S1 Farmasi Universitas Wahid Hasyim, serta Ns. Tri Hardi Miftahul Ulum, S.Kep., M.M., dosen S1 Keperawatan Universitas Madani. Keduanya membahas pentingnya menjaga sistem imun melalui pendekatan integratif yang memadukan nilai-nilai Thibbun Nabawi dengan terapi komplementer berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice).
Dalam pemaparannya, apt. Ayu Sabrina menekankan bahwa konsep Thibbun Nabawi tidak hanya dipahami sebagai praktik pengobatan tradisional, tetapi juga dapat dikaji secara ilmiah melalui penelitian farmasi modern. Beberapa bahan alami seperti madu, habbatussauda, dan herbal tertentu telah banyak diteliti kandungan fitokimianya dan terbukti memiliki potensi sebagai imunomodulator. Ia mengajak peserta untuk bersikap kritis dan tetap mengedepankan kajian ilmiah dalam mengintegrasikan terapi komplementer ke dalam praktik kesehatan. Sementara itu, Ns. Tri Hardi Miftahul Ulum menjelaskan bahwa dalam praktik keperawatan, pendekatan holistik menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan pasien. Terapi komplementer seperti bekam, aromaterapi, relaksasi, serta pola hidup sehat yang dianjurkan dalam Thibbun Nabawi dapat menjadi intervensi pendukung, selama diterapkan sesuai standar keselamatan dan berdasarkan hasil penelitian yang valid. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak pada klaim kesehatan yang belum terverifikasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FIKES dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kesehatan yang integratif. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman klinis konvensional, tetapi juga diajak memahami pendekatan komplementer secara proporsional dan ilmiah. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang adaptif, kritis, serta berlandaskan etika dan bukti ilmiah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi. Topik yang dibahas meliputi keamanan penggunaan herbal bersamaan dengan obat medis, regulasi terapi komplementer di Indonesia, hingga peluang riset kolaboratif antarprogram studi di lingkungan universitas. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap pengembangan kesehatan berbasis integrasi ilmu dan nilai spiritual.
Kegiatan ini bersifat wajib bagi mahasiswa FIKES Universitas Madani, namun juga terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Peserta memperoleh materi digital, e-sertifikat, serta kesempatan mendapatkan doorprize. Melalui penyelenggaraan kuliah pakar ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga imunitas secara menyeluruh—tidak hanya melalui pendekatan medis modern, tetapi juga dengan memanfaatkan khazanah pengobatan Islam yang telah dikaji secara ilmiah. Ke depan, FIKES berencana menghadirkan lebih banyak forum ilmiah serupa sebagai ruang dialog antara sains, praktik klinis, dan nilai-nilai keislaman, guna mendukung terwujudnya layanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berbasis bukti.