Universitas Madani kembali menghadirkan forum akademik inspiratif melalui kegiatan Academic Insight Series yang mengangkat tema “Urban Intelligence: Harmonisasi Struktur, Estetika, dan Data dalam Menghadapi Tantangan Seismik Global.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik dan Bisnis (FTB), dosen, serta peserta umum dari berbagai latar belakang keilmuan seperti; Dinas PUPR, dosen serta mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan,. Academic Insight Series kali ini menghadirkan narasumber utama Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., ASEAN Eng., APEC Eng., Guru Besar Rekayasa Kegempaan Teknik Sipil UII sekaligus inovator Barrataga dan Simutaga serta Pengarah BNPB RI. Dalam paparannya, Prof. Sarwidi menekankan pentingnya pendekatan urban intelligence dalam perencanaan dan pembangunan kota-kota di Indonesia yang berada pada kawasan rawan gempa. Menurutnya, harmonisasi antara kekuatan struktur bangunan, nilai estetika arsitektural, dan pemanfaatan data digital menjadi kunci utama dalam menciptakan kota tangguh dan berkelanjutan.
Beliau menjelaskan bahwa tantangan seismik global menuntut para insinyur dan perencana kota untuk tidak lagi bekerja secara sektoral. Rekayasa struktur harus terintegrasi dengan desain arsitektur yang adaptif, serta didukung oleh sistem data dan teknologi informasi yang mampu memetakan risiko, memonitor kondisi bangunan, dan memberikan peringatan dini. Dengan kolaborasi multidisipliner, risiko kerusakan dan korban jiwa akibat gempa dapat diminimalkan secara signifikan. Kegiatan ini juga menghadirkan akademisi internal UMAD sebagai panelis, yaitu Rita Mulyandari, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil; Dwi Susanto, S.Kom., M.Kom., Sekretaris Program Studi Informatika; serta Maffyra Binar Firstya Mutiara, S.Ars., M.Ars., Sekretaris Program Studi Arsitektur. Ketiganya memberikan perspektif keilmuan masing-masing dalam mendukung konsep urban intelligence.
Dari sisi teknik sipil, ditekankan bahwa inovasi material dan metode konstruksi tahan gempa harus terus dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Sementara itu, bidang informatika berperan dalam pengolahan big data, pemodelan simulasi kebencanaan, serta pengembangan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Adapun dari perspektif arsitektur, desain bangunan tidak hanya dituntut indah secara visual, tetapi juga responsif terhadap kondisi lingkungan dan potensi risiko bencana. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi teknologi smart city di daerah rawan gempa, kesiapan regulasi bangunan di Indonesia, hingga peluang riset kolaboratif lintas program studi di lingkungan FTB UMAD. Diskusi tersebut mencerminkan kesadaran generasi muda akan pentingnya perencanaan kota yang cerdas, aman, dan berorientasi masa depan.
Kegiatan ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum, dengan fasilitas e-certificate serta doorprize bagi peserta. Namun, kehadiran mahasiswa FTB UMAD diwajibkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan wawasan profesional. Melalui Academic Insight Series ini, Universitas Madani menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif dan responsif terhadap isu global. Diharapkan, forum ini mampu melahirkan gagasan inovatif serta mendorong sinergi antara teknik sipil, arsitektur, dan informatika dalam mewujudkan kota-kota Indonesia yang tangguh menghadapi tantangan seismik di masa mendatang.