Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55792.
22 Desember 2025

Kelas Mini Hak Kesehatan Warga Berbasis Nilai Jawa “Rukun, Rembug, lan Tepo Seliro”

472x

Kegiatan Project Based Learning (PJBL) ini merupakan wujud pembelajaran kontekstual mahasiswa keperawatan dalam mengintegrasikan ilmu kewarganegaraan dan psikososial budaya keperawatan ke dalam praktik nyata di komunitas. Program ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia serta masih rendahnya literasi kesehatan dan literasi layanan kesehatan pada kelompok usia tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa keperawatan semester 3, yaitu Moh. Haekal Al Ghifari Putra, Zariful Mazhuri, dan Musa Abdurrahman, dengan pendampingan dosen, dan bertempat di Posyandu Lansia “Panjang Umur”, Dusun Kradenan, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah memasuki era ageing population, di mana proporsi penduduk lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini membawa tantangan tersendiri, terutama terkait akses layanan kesehatan, pemahaman hak dan kewajiban warga negara, serta penerapan pola hidup sehat yang sesuai dengan kebutuhan lansia. Di tingkat desa, berbagai kendala masih ditemukan, seperti kebingungan dalam penggunaan layanan BPJS Kesehatan, keterbatasan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, serta kurangnya edukasi kesehatan yang disampaikan dengan pendekatan yang ramah dan sesuai budaya lokal.

Melalui kegiatan Kelas Mini Hak Kesehatan Warga Berbasis Nilai Jawa, mahasiswa menyelenggarakan edukasi singkat dan interaktif yang ditujukan bagi lansia dan warga komunitas. Materi yang disampaikan meliputi hak dan kewajiban warga dalam memperoleh pelayanan kesehatan, alur berobat di Puskesmas, cara menggunakan BPJS Kesehatan dan Mobile JKN, serta edukasi pola hidup sehat bagi lansia, termasuk pengaturan makan dan aktivitas fisik ringan yang aman dilakukan sehari-hari.

Keunikan kegiatan ini terletak pada pendekatan budaya yang digunakan. Nilai-nilai kearifan lokal Jawa seperti rukun (menjaga keharmonisan), rembug (musyawarah), dan tepo seliro (tenggang rasa) diintegrasikan dalam proses edukasi dan interaksi dengan peserta. Pendekatan ini selaras dengan teori Transcultural Nursing Leininger–McFarland yang menekankan pentingnya kesesuaian budaya dalam pelayanan kesehatan agar intervensi lebih mudah diterima, dipahami, dan diterapkan oleh masyarakat.

Dari perspektif kewarganegaraan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28H dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Melalui edukasi ini, warga diharapkan tidak hanya memahami haknya, tetapi juga menjalankan kewajiban dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Kegiatan PJBL ini dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, simulasi sederhana, serta penggunaan media edukasi seperti poster dan leaflet yang disesuaikan dengan karakteristik lansia. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga dihadiri dan didampingi oleh dosen Ns. Maulida Rahmawati Emha, M.Kep dan Sulastri, S.Pd., M.Pd. sebagai bentuk dukungan akademik dan penguatan integrasi nilai kewarganegaraan serta keperawatan berbasis budaya. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, meningkatnya pemahaman tentang layanan kesehatan, serta terciptanya suasana belajar yang hangat dan inklusif di tengah komunitas.

Melalui Kelas Mini Hak Kesehatan Warga Berbasis Nilai Jawa, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan teori keperawatan dan kewarganegaraan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam upaya peningkatan literasi kesehatan dan kualitas hidup lansia. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis budaya yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.